aku bahagia.....
saat mentari memberikan sinar nya
seolah ia menyambut hangatnya pagi
semilir angin menyejukan kegundahaan
hati ini kian tenang saat dalam peraduan
kau sambut aku dengan senyummu
memeluk hangat dalam kedamain
sang waktu seolah berhenti
tuk temani bahagia ini ...
aku bahagia
saat ombak setia menghapiri pantai
seolah ia tak mau kehilangan
aku bahagia ....
saat burung terbang
seakan ia ingin membawa ku pergi
ke nirwana .....
kelap kelip bintang perlahan mulai memudar
ditelan gelapnya malam
kesunyiaan terselimuti dengan kehampaan
sang harapan terus menggayuh walau hanya sesaat
bagai arus tanpa arah....
bagai gelombang tanpa hempasan
dedaunan berguguran menutupi kegersangan
ranting-ranting memainkan alunan musik
seakan melepaskan sunyi digelap nya malam
menanti sang mutiara hati menjelma dalam nyata
Niec.Noer
Kegelapan malam mengemas sebuah asa
meregang jiwa dihentak keheningan
menyeruak rasa rindu yang membara
menjelma sebuah tanda tanya
tanpa ukiran dibaliknya....
coba lepaskan beban tentang kisah...
namun tak bisa lepaskan hasrat
yang semakin lama semakin pilu...
membakar kobaran rasa...
namun rangkain demi rangkain
terukir indah yang terpatri diantara seribu luka..
tentang kisah yang tak dapat dimiliki
tentang rindu yang tak bisa terungkap
tentang harapan yang telah sirna..ditelan gelapnya malam...
terdiam dalam sepi
berteman cahaya bintang yang terselimuti awan
tiupan angin berhembus kencang
menambah sunyi dalam kesendirian
terlarut dalam keheningan
memandang langit menebar kehampaan
menyeruak seribu lamunan
membiaskan seberkas bayangan
seakan menari dalam kilauan cahaya bintang
menyimpan kerinduan dalam relung hati
yang tak mampu terungkap pasti
merangkum rindu bersajak cinta
menyusuri isi jiwa.....
jenuh akan kehampaan
jauh dari nyata yang didamba
dihamparan luas menyelinap rasa enggan...
terasing raga dalam keramaian
terkungkung jiwa dalam sepi
terdiam dalam kesendirian
terjebak dalam pilu
mengapa bahagia itu hanya sesaat ...
laksana hujan yang terus menycumbui bumi
laksana gerimis yang mendekap pagi
semilir angin marasuk jiwa
melebur hasrat nan lara
menunggu sang waktu
berharap ada ketenangan...
namun jiwa seakan terbang melayang
beribu khayalan bermain dalam kesunyian
goresan kecil yang menyayat hati
menemani jiwa yang ketir akan penantian
tangisan hujan merambah jiwa...
menyelinap celah-celah kesunyian
suara gemuruh bersahutan
mematahkan jiwa yang angkuh
yang lama bersembunyi
diantara lorong malam yang gelap
sunyi senyap menghampiri
seakan tak mau lepas dari genggaman....
ingin rasanya aku marah
berteriak menemani pekik halilintar
oh...
jiwaku nanar dalam praduan sunyi
menanti dan terus menanti kesetianmu wahai rembulan
takan mungkin ku berpaling dari janjimu saat purnama
takan kubiarkan pencuri malam merampas segalanya
wahai hujan ....
dekap aku dalam butiran tasbihmu.....
hingga kutunaikan janji sempurnaku
saat ingin meraih dermaga
namun tersapu ombak yang kian deras
hanyut terombang- ambing
gelombang samudra...
yang sering menghempas kepayahan
tlah berulang kali kucoba tegar
mengharap sang nakhoda menghampiri
tanpa paksaan,tanpa gugatan...
namun apa daya....
hanya bisa memandang dari sudut kerinduan
terus belayar namun tak mampu
berbalik arah sudah terlanjur
hanya terdiam memikirkan jalan yang tak pasti
karena semua tanpa perubahan
harapan menjadikan pilihan
walau lelah kian berat
tapi....semuanya harus berjalan
menanti pengharapan yang tak berujung